Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta Drs. H Sofi’i MA menilai kehadiran sholawat Wahidiyah di tengah-tengah masyarakat, sangat tepat. Menurutnya, di Era Globalisasi saat ini, ahlak dan moral (masyarakat) sudah jauh dari (petunjuk) agama, tingkat keimanan sudah jauh dari Allah SWT. Maka, di dalam kondisi semacam ini, yang sangat perlu ditanamkan di hati kita ialah pengamalan ajaran agama dengan baik dan benar.
“Untuk mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar itu, tentunya perlu dituntun oleh guru, ustadz atau mursyid kamil. Dengan tuntunan guru, ustadz atau mursyid kamil maka manusia akan mempunyai ahlak mulia sehingga dapat menjalankan perintah agama secara baik dan benar,” ungkap Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Mujahadah Nisfussanah jamaah Wahidiyah Provinsi DKI Jakarta, di Rawabadak, Jakarta Utara, minggu (27/09) lalu.
Masih dalam sambutannya, Sofi’i menerangkan, pemerintah melalui kantor Kemenag DKI Jakarta menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan Mujahadah Nisfussanah yang diselenggarakan jamaah Wahidiyah DKI Jakarta. Karena, sambungnya, dengan mujahadah kita mendapatkan kesempurnaan ampunan, nikmat, makrifat dan kesempurnaan cinta kasih dari Allah SWT.
”Rasanya sangat tepat kehadiran shalawat Wahidiyah untuk menjawab tantangan zaman yang sudah global saat ini. Hati yang bersih atau kejernihan jiwa bisa muncul pada diri manusia, apabila diri manusia itu mau ber-mujahadah. Untuk makrifat billah wa Rasulihi salallohu alaihi wassalam juga harus dengan mujahadah,” ungkap Sofi’i.
Oleh karena itu, lanjut Kabid Penais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Mujahadah Nisfussanah hari ini, sangat tepat sebagai sarana penjernih hati dan makrifat billah wa rasulihi SAW. “Kalau masyarakat sudah sadar, masyarakat sudah makrifat billah wa Rosulihi SAW, insya Allah negara kita (Indonesia) menjadi negara yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” imbuhnya berharap.
Hal senada juga disampaikan KH Ibnu Abidin Lc. Pada sesi yang sama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara ini berharap agar eksistensi perjuangan Wahidiyah, sangat dirasakan masyarakat.
“Karena itu, mudah-mudahan kehadiran Wahidiyah, terutama di Jakarta, menjadikan nuansa warna sehingga suasana di DKI Jakarta yang panas ini menjadi adem,” harap KH. Ibnu Abidin dalam sambutannya pada Mujahadah Nisfussanah Provinsi DKI Jakarta, baru-baru ini.
Diakui KH Ibnu Abidin kendati dirinya belum ikut mengamalkan sholawat Wahidiyah, namun ia sering memberi dorongan dan motivasi kepada murid-muridnya yang berkenan mengamalkan Sholawat Wahidiyah. Hal tersebut dilakukan Kyai Ibnu didasari atas keyakinannya terhadap keberadaan perjuangan Wahidiyah yang ia peroleh melalui buku-buku maupun tulisan-tulisan (artikel) tentang Wahidiyah.
“Ketika dilihat dari judulnya (nama) saja sholawat Wahidiyah. Kalau sudah bicara sholawat, pasti cinta kepada Rosululloh SAW. Makanya di saat ada murid-murid saya yang ingin bergabung (mengamalkan Wahidiyah) saya katakan, silakan. Maju terus, ikut, itu bagus !” ungkap Ketua MUI yang juga Ketua Jam’iyah Toriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) Jakarta Utara itu.
Selain itu, Kyai yang mengagumi Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, menerangkan menerangkan bahwa amalan sholawat adalah amalan yang paling mudah. Karena tidak perlu ijazah pun sampai (diterima), “Innalloha wa malaaikatahu yusholluna alannabi….(QS: Al-Ahzab: 56),”
Lebih jauh dituturkan Kyai Ibnu, berdasarkan keterangan-keterangan yang diketahuinya bahwa ia meyakini Wahidiyah mempunyai banyak kesamaan tujuan dengan jamiyah toriqoh yang berada di JATMI, yakni untuk wushul (sampai) kepada Allah. “Cuma beda ‘kendaraan’ (sarana) saja,” katanya.
Dinamika Perjuangan
PENGASUH Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid, Rodhliallohu Anhu, (RA), dalam fatwa dan amanatnya pada Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta, menyampaikan dinamika perjuangan Wahidiyah.
Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, perjuangan Wahidiyah yang secara institusi telah terbentuk di hampir seluruh Nusantara, dalam proses perkembangannnya tak luput dari beragam ujian, baik yang terjadi secara internal maupun eksternal. Sepeninggal Mbah KH Abdul Madjid, Muallif (penyusun) sholawatat Wahidiyah, Qoddassalahu Sirrohu, RA, terjadi friksi antarpengamal Wahidiyah dalam menentukan tampuk kepimpinan.
Hal itu, dawuh Kanjeng Romo Kyai, RA, seperti apa yang dialami para Sahabat setelah Rosululloh SAW wafat. Umat mengalami kebingungan siapa yang akan memimpin. Bahkan kala itu (semasa Kekhalifahan Abu Bakar As-Shidiq RA) tidak sedikit Sahabat yang terang-terangan mengaku sebagai nabi, Hindun salah satunya. “Tapi, Alhamdulillah… Sekarang sudah banyak pengamal yang telah kembali kepada (Yayasan) Perjuangan Wahidiyah (Ponpes Kedunglo),” terang Kanjeng Romo Kyai RA.
Sementara ujian secara eksternal Wahidiyah banyak memperoleh hujatan. Bahkan pada tahun 2007 Wahidiyah dinyatakan sesat oleh MUI Tasikmalaya. Tapi, lanjut Kanjeng Romo Kyai RA, dari peristiwa Tasikmalaya itu membuat MUI Pusat membuka mata dengan musyawarah sehingga MUI Pusat (Rakernas MUI 2007, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta) mengeluarkan kebijakan bahwa MUI Daerah tidak diperkenankan mengeluarkan fatwa sesat atau tidak sesat, kecuali hanya membuat rekomendasi kepada MUI Pusat.
Menurut Kanjeng Romo Kyai RA, hal itu dimaksudkan agar MUI daerah tidak membuat keputusan sendiri-sendiri “Hal ini terbukti. MUI Tasikmalaya belum mencabut fatwa sesatnya muncul lagi keterangan dari MUI Cianjur menyatakan Wahidiyah tidak sesat. Namun sayangnya, ketika Wahidiyah tidak sesat, tidak diekspos," ungkap Pengasuh Perjuanagn Wahidiyah.
Kendati demikian. Kanjeng Romo Kyai RA memaklumi karena Wahidiyah masih dianggap lembaga baru sehingga memunculkan kecemburuan politik maupun kecemburuan sosial. Maka dalam kesempatan tersebut Kanjeng Romo Kyai RA meminta kepada MUI melalui Ketua MUI Jakarta Utara agar menilai Wahidiyah secara proporsional.
Kami selalu membantu siapa yg membutuhkan
Cari Blog Ini
Cari Blog Ini
Kamis, 15 Desember 2016
Kabid Penais Kakanwil Kemenag DKI Jakarta: Sholawat Wahidiyah Menjawab Tantangan Zaman
Ketua Umum PBNU : Saya Menyaksikan Ribuan Pengamal Wahidiyah dan Para Wali-Wali Alloh bahkan Para
KEDIRI, Harnasnews – Puncak perhelatan akbar doa bersama yang di kemas dalam acara Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh. Ribuan Pengamal Wahidiyah berbondong-bondong memadati arena Mujahadah Kubro, mulai di jalan KH. Wachid Hasyim dari perempatan pasar Bandar sampai di depan RSUD. Gambiran dan di gang sekitar pondok penuh peserta Mujahadah Kubro.
Pada hari Minggu kemarin, merupakan peristiwa yang tidak akan terlupakan oleh Pengamal yang hadir di gelombang terakhir Mujahdah Kubro, karena ada seorang tokoh nasional yang juga Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Agil Siroj, MA dan di dampingi oleh Wagub Jawa Timur Drs. KH. Syaifulloh Yusuf. Kesan yang begitu mendalam yang dirasakan oleh Ketua Umum PBNU tercermin dalam sambutannya.
“Saya sangat bersykur bisa hadir di dalam majelis Mujahadah Kubro, dan sekaligus bersilaturahmi dengan beliau Syech Al-Arif Billah KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh Perjuangan Wahidiyah… Saya juga melihat ribuan Pengamal Wahidiyah yang hadir disini, belum yang hadir yang tidak kasat mata, seperti para Wali-Wali Alloh, para Syuhada’ dan bahkan para Nabi ikut hadir di dalam majelis Kubro ini…,” ujar KH. Said ,ungkapnya.
Dalam sambutannya lebih kurang 45 menit, KH. Said Agil mengagumi Perjuangan Wahdiyah yang menurutnya melawan arus dalam era globalisasi, “Masih ada Perjuangan Islam yang memegang teguh dengan menjalankan Sunnah Rosul dan menegakkan nilai-nilai ASWAJAH, dengan kekuatan doanya yang berupa Sholawat Wahidiyah, menangis kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW hanya untuk mendoakan umat masyarakat untuk sadar pada Alloh SWT seperti malam ini, hal ini luar biasa sekali, semoga perjungan ini mendapatkan barokah dan hidayah yang luar biasa juga…. dan termasuk saya mohon di doakan…. Aamiin,” ujar Ketua Umum PBNU yang juga alumni Pondok Lirboyo – Kediri.
Ditemui terpisah via telp, pengamat sosial yang juga anggota DPRD Provensi Kaltim, Syaifuddin Juhri mengatakan, dengan kehadirannya tokoh sekaliber KH. Said Agil hadir dalam Mujahadah Kubro di Pondok Pesantren Kedunglo merupakan kridit point yang akan berdampak sosial politik sangat baik, “ Ya pasti itu, dampaknya luar biasa bagi Perjuangan Wahidiyah, pertikaian dan salah faham di bawa akan bisa meredam dengan kehadirannya Ketua Umum PBNU, termasuk MUI di daerah dan mungkin sebagian PCNU yang mempersoalkan Wahidiyah, akan melihat kenyataan ini…. mereka akan merujuk atas kehadirannya Ketua Umum PBNU, yang hormat dan kagum atas Perjuangan Wahidiyah ini, “ katanya Syaifuddin, yang juga alumni SMA Wahidiyah tahun 1986.
Saat ramah tamah di ndalem Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid RA, beliau di temani oleh putra pertamanya Agus Abdul Madjid Ali Firi, MA dan saat itu KH. Syaifulloh mencoba memperkenalkan kepada KH. Said Agil, “Kyai, iniloh Gus Fikri putra Kanjeng Romo yang pertama,” kata Wagub Gus Ipul sambil tersenyum kepada KH. Said Agil. Dilanjut setelah ramah tamah, foto bersama di depan ndelem beliau Kanjeng Romo RA. (Alv)
*sumber : http://www.harnasnews.com/ketua-umum-pbnu-saya-menyaksikan-ribuan-pengamal-wahidiyah-dan-para-wali-wali-alloh-bahkan-para-nabi-ikut-hadir-di-dalam-mujahadah-kubro-ini.html
Langkah langkah menuju ilmu yg bermanfaat
Bagi seorang penuntut ilmu, mendapatkan ilmu yang bermanfaat adalah sebuah dambaan. Maksud dari ilmu yang bermanfaat di sini adalah ilmu yang menjadikan pemiliknya semakin dekat dengan Allah SWT. Sebagaimana ungkapan:
"ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menjadikan dirimu dekat kepada Allah."
Ilmu yang bermanfaat akan menjadikan pemiliknya menuju kepada kejayaan dunia akhirat. Sedangkan ilmu yang tidak bermanfaat hanya akan menjadikan pemiliknya menjadi santapan neraka. Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa kelak di neraka ada orang yang berkeliJing dengan usus terburai akibat siksa yang didapatkannya.
Padahal ia di dunia dikenal sebagai ulama. Ahli neraka dalam kesakitan mereka menyempatkan diri kepada orang tersebut. "Wahai Fulan, mengapa engkau mendapatkan siksa sepedih ini. Bukankah engkau dulu di dunia selalu mengajarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?" Maka orang itupun menjawab, "Benar, aku dulu selalu memerintahkan kebaikan. Tapi aku tidak pernah melakukan kebaikan itu. Aku mencegah kemunkaran, namun aku tetap melakukan kemungkaran itu." Syaikh Ibnu Ruslan berkata:
"Orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya akan disiksa sebelum penyembah berhala disiksa."
Mengambil pelajaran dari kasus ini, maka menemukan cara dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat sangatlah penting, sehingga penuntut ilmu akan mendapatkan buah kebaikan dari ilmunya. Bukan mendapatkan kehancuran akibat ilmunya.
IKHLAS, LILLAH-BILLAH SEBAGAI LANDASAN BELAJAR
Keikhlasan menjadi dasar pertama dalam setiap amal perbuatan manusia. Tak terkecuali bagi seorang penuntut ilmu. Lebih khusus lagi bagi mereka yang menuntut ilmu agama Islam.' Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya. Dan seseorang itu hanya akan memperoleh dari apa yang diniatkannya." (Hadits Shahib).
Karena itu, seorang pencari ilmu hendaklah meniatkan pencarian ilmunya semata-mata menaati perintah Allah (lillah) dan menyadari bahwa segala aktivitas belajarnya karena pertolongan Allah semata-mata (billah). Bukan untuk yang lain dan bukan karena pertolongan selain Allah.
Niat mencari ilmu ini sangat penting agar aktivitas belajar membuahkan kebaikan dan terhindar dari keburukan dan kehancuran dunia akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapayang belajar ilmu yang seharusnya hanya digunakan untuk meraih ridha Allah (ilmu agama), dia tidak mencarinya kecuah hanya untuk mendapatkan harta dunia, maka ia tidak akan merasakan bau surga di hari kiamat. " (HR. Abu Dawud dengan sanadyang shahih).
Dalam sebuah hadits lain, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapayang menuntut ilmu untuk menghina orang-orang bodoh, atau untuk saling menyombongkan diri terbadap para Ulama atau untuk memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka hendaklah ia mencari tempat duduknya di neraka. " (HR. At Turmudzi).
Syaikh Az Zarnuji memberikan keterangan tentang hadits-hadits keikhlasan didalam belajar, "Kecuall jika ia mencari jabatan untuk memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma'ruf nahi munkar), merealisasikan nilai-nilai kebenaran, dan memuliakan agama, bukan untuk dirinya sendiri -atau hawa nafsunya. Maka yang demikian itu boleh sesuai dengan kadar amar ma'ruf nahi munkar." Tentunya semuanya harus dengan niat lillah-billah.
Ketika seseorang belajar dengan niat menegakkan agama Allah dan dilandasi dengan niat lillah-billah, maka ia akan dipermudah urusan belajarnya oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana janji Allah:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, maka Allah akan menolong kalian dan akan mengokohkan telapak kaki kalian," (QS. Muhammad: 7).
MEMILIH BIDANG KEILMUAN SECARA TEPAT
Setelah seseorang berniat secara benar sesuai dengan ajaran agama, maka tahap berikutnya bagi seorang penuntut ilmu adalah memilih pengetahuan yang benar dan tepat. Ilmu yang benar dan tepat mengandung dua hal.
Pertama; adalah ilmu yang diperlukan setiap saat dalam hidupnya. Misalnya ilmu akidah. Ilmu ini membahas tentang keyakinan-keyakinan atau lebih spesifik tentang ma'rifat billah (mengenal Allah). Syaikh Ibnu Ruslan berkata:
"Kewajiban pertama bagi manusia adalah mengenal Allah dengan seyakin-yakinnya."
Selanjutnya, seseorang hendaklah mempelajari kewajiban-kewajiban syariat, seperti puasa, shalat, dan jika ia telah mampu, hendaknya ia mempelajari hukum-hukum zakat dan haji. Demikianlah, maka hendaknya ia mempelajari ilmu-ilmu agama yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban hidup sehari-hari.
Kedua; ilmu yang berkaitan dengan posisi dimana ia berada. jika seseorang menjadi seorang guru, maka hendaknya ia mempelajari bagaimana menjadi guru yang baik dalam sudut pandang Islam. Jika ia seorang politisi, maka hendaknya ia belajar bagaimana etika politik dalam Islam dan konsep-konsep politik Islam. Jika ia seorang pengusaha, hendaknya ia mempelajari etika usaha dalam Islam dan konsep usaha dalam Islam. Demikianlah, maka hendaknya seseorang memfokuskan kajian kepada bidang-bidang yang ditekuninya.
MEMILIH GURU YANG BAIK
Seorang penuntut ilmu memerlukan dampingan seorang guru sebagaimana seorang buta memerlukan penuntun dalam perjalanannya. Ada sebuah ungkapan yang terkenal dalam Islam:
"barangsiapayang tidak mempunyaiguru, maka gurunya adalah syetan. "
Seorang guru yang baik hendaknya memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut.
Pertama: ia harus memiliki silsilah keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah SAW. Dengan demikian, murid akan mendapatkan keberkahan yang sambung-menyambung sehingga ilmunya akan memiliki keberkahan. Silsilah ini juga untuk memastikan seorang murid bahwa kitab yang dikaji merupakan naskah asli yang tidak ada susupan-susupan tangan-tangan jahil yang menyesatkan. Sebab dari dulu hingga saat ini, terdapat tangan-tangan jahil yang berusaha menyesatkan penuntut ilmu dengan sisipan-sisipan yang menyesatkan.
Kedua; guru yang dipilih hendaknya memiliki akidah yang lurus dan amaliah yang sesuai dengan syariah, baik dibidang ibadah maupun akhlak. Sebab guru adalah panutan bagi penuntut ilmu. Jika seorang guru berperilaku tidak sesuai dengan syariah, maka demikian pula dengan muridnya.
Ketiga; guru yang dipilih hendaknya memiliki kompetensi dalam bidangnya. Jika ia belajar fiqih, maka hendaknya memiKh guru yang ahli fiqih. Jika belajar nahwu, maka hendaknya ia memilih guru yang ahli dibidang nahwu. Demikian seterusnya. Memilih guru yang tidak ahli akan menyebabkan seoarng murid membuang-buang waktu dengan percuma.
BERADAB YANG BAIK DAN MELAYANI KEPADA GURU
Adab merupakan perkara penting bagi penuntut ilmu. Syaikh Az Zarnuji berkata, "Sesungguhnya pencari ilmu tidak akan memperoleh ilmu dan tidak akan memperoleh manfaat dari ilmunya kecuali dengan memuliakan ilmu dan ahli ilmu, memuliakan guru dan menghormatinya. Tidak akan sampai kepada tujuan kecuali dengan adab dan tidaklah seseorang jatuh kecuali karena meninggalkan adab.
Dengan adab dan pengabdian yang tulus kepada guru ini, maka seorang murid akan mendapatkan keridhoan gurunya dan sekaligus mendapatkan doa dari gurunya. Dengan demikian, maka upayanya mencari ilmu akan diberi kemudahan dan ilmunya pun akan bermanfaat.
BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BELAJAR
Penuntut ilmu harus bersungguh-sungguh dalam belajarnya. Sebagaimana harta tidak akan diperoleh dangan bermalas-malasan, demikian juga dengan ilmu, Sebagaimana seorang pedagang yang mengisi hari-harinya dengan memikirkan perdagangan atau seorang politisi yang memikirkan dan bersiasat tentang kekuasaan, Maka demikian pulalah hendaknya dengan penuntut ilmu. Penuntut ilmu agama hendaknya mencurahkan hari-harinya dengan belajar dan belajar. Ada kalanya dengan menghadiri pertemuan ilmiah, ada kalanya dengan menghafal, membuat catatan atau mencari tambahan pengetahuan di perpustakaan.
BERTAKWA KEPADA ALLAH DAN MENJAGA DIRI DARI MAKSIAT
Ilmu adalah milik Allah SWT. Maka Allahlah yang berkuasa kepada siapa ilmu diberikan. Dalam Al Qur'an Allah menjanjikan kepada mereka yang bertakwa:
"Dan bertakwalah kalian kepada Allah dan Allah akan mengajarkan kalian. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu." (QS. Al baqarah: 282).
Syaikh Az Zarnuji berkata, "Adapun sesuatu yang menyebabkan lupa adalah banyaknya dosa, banyak susah dan berfikir tentang dunia-serta kesibukan dengan hal-hal diluar belajar."
Dalam sebuah riwayat, suatu saat Imam Asy Syafi'i RA mengunjungi salah satu muridnya yang terkemuka, Imam Ahmad bin Hanbal RA. Imam Ahmad adaiah salah seorang murid beliau yang sangat menghormati Imam Sya£i"i. Hingga beliau selama puluhan tahun mendoakan Imam Syafi'i pada setiap sesudah shalat. Imam Ahmad juga banyak menceritakan kehebatan Imam Asy Syafi'i pada keluarga beliau.
Dalam kunjungan ini, puteri Imam Ahmad ingin membuktikan cerita ayahnya. Namun ternyata, saat siang hari Imam Syafi'i tidak berpuasa dan bahkan makan banyak. Dan ketika malam hari, beliau menghabiskan malamnya dengan tidur. Ketika mengetahui hal ini, puteri Imam Ahmad mempertanyakan gaya hidup Imam Syafi'i kepada Imam Ahmad.
Saat pagi tiba, Imam Ahmad menanyakan kepada gurunya, "Bagaimana keadaan Tuan di pagi ini?" Maka Imam Asy Syafi'i menjawab, "Alhamdulillah wahai Ahmad, aku kemarin tidak berpuasa karena ingin keberkahan makananmu yang halal. Hingga malam hari tadi, dalam tidurku aku berhasil menyelesaikan 100 masalah fikih." Imam Ahmad kemudian menceritakan hal ini kepada puteri beliau. Dalam akhir, ceritanya, Imam Ahmad berkata, "Sungguh, tidurnya Imam Syafi'i lebih berharga daripada tahajjudnya Ahmad bin Hanbal." Inilah yang menjadi rahasia kesuksesan para ulama Islam di masa silam. Mereka menjaga diri dari kemaksiatan, makanan haram dan mengisi hidupnya dengan ketakwaan kepada Allah. Sehingga banyak ulama yang dalam usia muda menghasilkan karya-karya abadi yang terus dan terus dikaji hingga saat ini.
Demikianlah, selanjutnya, jika seseorang sudah berilmu, beramal dengan ilmunya dan ikhlas didalam amalnya, maka sebentar lagi kejayaan akan datang. (Dzk)
Kuliah wahidiyah tentang al fatehah
Oleh Hadrotush Syeikh KH Abdoel Madjid Ma'roef muallif Sholawat Wahidiyah QS wa RA.
pada Asrama Wahidiyah tahun 1401 H / 1981 M
=======================================
SURAT ALFATIHAH
Surat ini disebut "Al Fatihah" (pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al-qur'an. Dinamakan "Ummul Qur'an" (ibu/induk Al-qur'an) atau "Ummul Kitab" sebab ringkasan dari Al-qur'an / induk semua isi Al-qur'an serta menjadi intisari dari kandungan Al-qur'an. Dinamakan "Sab'ul Matsaany" (tujuh yg diulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang setiap rekaat dalam sholat.
Maknanya semua kitab-kitab samawat yang diturunkan kepada para Rosul, para Nabi telah teringkas di Al-qur'an. Makna semua Al-qur'an teringkas di surat Al-Fatihah. Makna surat Al-Fatihah teringkas di Bismillaahir Rohmaanir Rohiim. Dan makna basmalah teringkas di huruf BAKnya.
Uraian huruf BAK dari basmalah ini ada pada kitab Bajuri atau lainnya, Yang dimaksud BAK adalah "BIKAANA MAA KAANA BI YAKUUNU MAA YAKUUNU" (Sebab AKU -Allooh- apa yang sudah ada dan sebab AKU pula apa yang belum ada). Semua BILLAH (diciptakan Alloh). Ada lagi maksud BAK di sini berfungsi "LIL ILSHOQ" = menemukan/menghubungkan antara Tuhan dan hambaNYA.
Jadi, Alloh swt menciptakan semua makhluk ini yang dimaksudkan adalah supaya ada hubungan, supaya ada Tuhan dan hambaNYA, atau dalam istilah lain Firman Alloh Surat Adz-Dzariyat: 56:
WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA'BUDUUN.
(Saya -Alloh- tidak akan menciptakan jin dan manusia kecuali supaya ibadah -mengabdikan diri- pada KU)
Mengabdikan diri seperti yang ada dalam Wahidiyah supaya 100%, artinya hidupnya seratus persen supaya dibuat pengabdian diri yaitu LILLAH BILLAH.
Segala perbuatan yang tidak dikecam Alloh swt, yang tidak maksiat, yang tidak haram, yang tidak makruh, yang tidak khilaful aula, pokoknya semua perbuatan apa saja yang tidak dilarang supaya diniati Ibadah (mengabdikan diri kepada Alloh swt).
Banyak suatu perbuatan (ini maksudnya apa saja) yang kelihatannya perbuatan/amalan akhirot, tetapi menjadi perbuatan dunia, juga sebaliknya, banyak perbuatan dunia tetapi menjadi perbuatan akhirot, ini karena niatnya. Sekali lagi karena niatnya.
INNAMAL AKMAALU BIN NIYYAAT.
(Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya).
Garis besar isi Al-qur'an:
1.Ketuhanan - Uluhiyyah, ketauhidan - haqiqot
2.Ubudiyah - Pengabdian diri - syariat
3.akhlak
4.Kisah-kisah/sejarah
Bismillahir rohmaanir rohiim, hendaknya kita selalu menyebut nama Alloh dengan mengeterapkan LILLAH BILLAH dalam melaksanakan sesuatu perbuatan, menyebut nama Alloh Yang Maha Pemurah yang selalu melimpahkan karuniaNya, Yang Maha Penyayang yang selalu melimpahkan rahmatNya.
ALHAMDULILLAHI,
Segala puji 4 perkara bagi Alloh swt yaitu:
1.Puji Qodim ala Qodim; Alloh swt memuji pada dzatnya sendiri. seperti INNALLOOHA GHOFUURUR ROHIIM.
2.Puji Qodim ala Hadits; Alloh memuji hambaNya, seperti WA INNAKA LA'ALA KHULUQIN ADHIIM.
3.Puji Hadits ala Qodim; manusia memuji pada Alloh, seperti ALHAMDULILLAAHIR ROBBIL ALAMIIN.
4.Puji Hadits ala Hadits; manusia memuji pada temannya, itu semua haqiqotnya Alloh, sebab yang menciptakan Alloh swt (BILLAH).
ROBBI (Tuhan).
Berarti Tuhan Yang harus ditaati (LILLAH).
ALAMIIN.
Semua makhluq (ciptaan Alloh).
ARROHMAANIR ROHIIM
Secara ringkas rohmat dunia dan rohmat akhirot. Atau istilah Hikam, nikmat itu dibagi dua macam, yaitu:
1.Nikmatul ijad = nikmat diwujudkan/diciptakan.
2.Nikmatul imdad = nikmat pemeliharaan.
MAALIKI
Maalik (yang menguasai) berarti pemilik (yang empunya) atau berarti Merajai (BILLAH).
YAUMIDDIIN
Hari pembalasan = yaumul qiyamah, yaumul hisab, yaumul jaza' dan sebaiganya.
IYYAAKA NA'BUDU
Hanya kepadamu Yaa Alloh aku mengabdikan diri. Istilah Wahidiyah LILLAH (syariat).
WA IYYAAKA NASTA'IIN
Hanya kepadamu Yaa Alloh aku memohon pertolongan. Istilah wahidiyah BILLAH (Haqiqot).
IHDINASH SHIROTHOL MUSTAQIIM.
Tunjukilah kami (memohon taufiq) jalan yang lurus (LILLAH BILLAH).
SIROOTOL LADZIINA AN'AMTA ALAIHIM GHOIRIL MAGHDLUUBI ALAIHIM WALADL-DLOLLIIN.
Ini berisi sejarah orang-orang yang baik dan yang jelek. Yang dimaksud mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat adalah golongan orang-orang yang tidak bertauhid (BILLAH) dan tidak beribadah (LILLAH). Istilah wahidiyah LINNAFSI BINNAFSI, orang yang dimurkai Alloh swt dan disesatkan.
Mudah-mudahan kita termsuk golongannya orang-orang yang mendapat hidayah taufiq Alloh swt, syafa'at tarbiyyah Rosululloh saw serta barokah nadhroh Ghoutsu hadzaz zaman ra. Aamiin aamiin aamiin yaa robbal alamiin. Alfaatihah................................
*dikutip dari Bulletin Wahidiyah edisi pertama
Amalan sholawat wahidiyah
SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN
MA'RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.
ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Al-Fatihah!
WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA'AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA'AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah !
ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW WA NAFASIM BI'ADADI MA'LUMAATILLAAHI, WA FUYU DHOTIHI WA AMDAADIH. .......(100X)
Yaa Alloh, Yaa Tuhan Maha Esa, Yaa Tuhan Maha Satu, Yaa Tuhan Maha Menemukan, Yaa Tuhan Maha Pelimpah, limpahkanlah sholawat salam barokah atas junjungan kami Kanjeng Nabi Muhammad dan atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad pada setiap kedipnya mata dan naik turunnya napas sebanyak bilangan segala yang Alloh Maha Mengetahui dan sebanyak kelimpahan pemberian dan kelestarian pemeliharaan Alloh.
ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII'INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A'YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA'A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI'MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA'RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA'ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL'AALAMIIN............. (7X)
Yaa Alloh, sebagaimana keahlian ada pada-MU, limpahkanlah sholawat salam barokah atas Junjungan kami, Pemimpin kami, Pemberi Syafa’at kami, Kecintaan kami, dan Buah jantung hati kami Kamjeng Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi WaSallam yang sepadan dengan keahlian Beliau, kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, dengan hak kemuliaan Beliau, tenggelamkanlah kami didalam pusat dasar samudra ke-Esaan-MU sedemikian rupa sehingga tiada kami melihat dan mendengar, tiada kami menemukan dan merasa, dan tiada kami bergerak maupun berdiam, melainkan senantiasa merasa didalam samudra Tauhid-MU dan kami bermohon kepada-MU Yaa Alloh, limpahilah kami ampunan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ni’mat karunia-MU yang sempurna Yaa Alloh, sadar ma’rifat kepada-MU yang sempurna Yaa Alloh, cinta kepad-MU dan menjadi kecintaan-MU yang sempurna Yaa Alloh, ridho kepada-MU dan memperoleh ridho-MU pula yang sempurna Yaa Alloh. Dan sekali lagi Yaa Alloh, limpahkanlah sholawat salan dn barokah atas Beliau Kanjeng Nabi dan atas keluarga dan sahabat Beliau sebanyak bilangan segala yang diliputi oleh Ilmu-MU dan termuat di dalam Kitab-MU, dengan Rahmat-MU Yaa Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan segala puji bagi Alloh Tuhan seru sekalian alam.
YAA SYAFI'AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM " ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII " FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA " FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA .......(3x)
Duhai Kanjeng Nabi pemberi Syafa’at makhluq Kepangkuan-MU sholawat dan salam kusanjungkan ¨ Duhai Nur cahaya makhluq , pembimbing manusia ¨ Duhai unsur dan jiwa makhluq,bimbing dan didiklah diriku ¨ Maka sungguh aku manusia yang dholim selalu ¨ tiada arti diriku tanpa engkau Duhai Yaa Sayyidii ¨ jika engkau hindari aku (akibat keterlaluan berlarut-larutku), pastilah ‘ku ‘kan hancur binasa.
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !....... (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh
YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH " ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH " MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL'ALIYYAH....... (3x)
Duhai Ghoutsu Hadhaz Zaman, kepangkuan-MU salam Alloh kuhaturkan ¨ Bimbing dan didiklah diriku dengan izin Alloh ¨ dan arahkan pancaran sinar Nadroh-MU kepadaku Duhai Yaa Sayyidii ¨ radiasi batin yang mewusulkan aku sadar kehadirat Maha Luhur Tuhanku
YAA SYAAFI'AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI " SHOLAATUHUU'ALAIKA MA'SALAAMIHII,
DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII " KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII ....... (3x)
Duhai Kanjeng Nabi penberi Syafa’at makhluq, duhai Kanjeng Nabi Kekasih Alloh ¨ Kepangkuan-MU sholawat dan salam Alloh aku sanjungkan ¨ jalanku buntu, usahaku tak menentu buat kesejahteraan negriku ¨ cepat, cepat, cepat raihlah tanganku Yaa Sayyidii tolonglah diriku dan seluruh ummat ini.
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH !....... (7x)
Duhai Pemimpinku, Duhai Utusan Alloh
YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI " ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII'IL UMAMI,
WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI'IIN " BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA " QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA....... (3x)
Yaa Tuhan kami Yaa Alloh, limpahkanlah Sholawat dan Salam ¨ atas Kanjeng Nabi Muhammad pemberi Syafa’at ummat ¨ dan atas keluarga Beliau, dan jadikanlah ummat manusia cepat-cepat lari, ¨ lari kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Tuhan Semesta alam, ¨ Yaa Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, permudahkanlah segala urusan kami, bukalah hati dan jalan kami, dan tunjukilah kami ¨ , pereratlah persaudaraan dan persatuan diantara kami, Yaa Tuhan kami.
ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)
Yaa Alloh limpahkanlah berkah didalam segala makhluq yang engkau ciptakan, dan didalam negri ini Yaa Alloh, dan didalam mujahadah ini Yaa Alloh
I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH ) ALFAATIHAH ! (1X) Kemudian berdo'a seperti di bawah ini
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,
( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A'DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A'WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA'AALA'ANHUM 3X )
Dengan Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang( Yaa Alloh, dengan hak kebesaran Asma-MU, dan dengan kemuliaan serta keagungan Kanjeng Nabi Mahammad Sollallohu ‘Alaihi WaSallam, dan dengan Barokahnya Ghoutsu Hadhaz Zaman wa A’wanihi serta segenap Auliya’ Kekasih-MU Yaa Alloh, Yaa Alloh Rodiyallohu Ta’ala Anhum
( BALLIGH JAMII'AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ'AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 3X )
Sampaikanlah seruan kami ini kepada jami’al Alamin dan letakkanlah kesan yang sangat mendalam
( FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X )
Maka sesungguhnya engkau Maha Kuasa berbuat segala sesuatu dan Maha Ahli memberi ijabah
FAFIRRUU ILALLOOH ! .......(7X) = Larilah kembali kepada Alloh !
WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO !....... (3X)
Dan katakanlah (wahai Muhammad) perkara yang hak telah datang dan musnahlah perkara yang batal, sesungguhnya perkara yang batal itu pasti musnah.Al-Fatihah ( membaca surat Al-Fatihah satu kali )
FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma'mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!
A L F A A T I H A H (1X) S e l e s a i